ERVAN MAULANA CALON MAHASISWA AL-AZHAR KAIRO MESIR | MENYABET BANYAK JUARA
Penulis & Editor: Safa Ayu Puspita
“Wong liyo iso, aku ya iso!” — Sebuah spirit sederhana yang menjadi bahan bakar perjuangan Ervan Maulana dalam menuntut ilmu dan meraih prestasi.
KUDUS — Menjadi seorang santri bukan berarti membatasi diri untuk berprestasi. Bagi Ervan Maulana, dunia pesantren justru menjadi ruang untuk belajar, bertumbuh, menghadapi tantangan, sekaligus mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya.
Lahir di Dsn. Tratak, Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Ervan merupakan putra dari Bapak Saeful Huda dan Ibu Sri Mustofi’ah. Ia mulai menjadi bagian dari kehidupan pesantren pada tahun 2021.
Sejak awal, Ervan dikenal sebagai pribadi yang gigih, kreatif, menyukai tantangan, dan pantang menyerah. Baginya, setiap tantangan bukanlah alasan untuk berhenti, melainkan kesempatan untuk belajar dan membuktikan kemampuan diri.
Gigih Menjalani Proses di Pesantren
Kegigihan Ervan tercermin dari berbagai program yang ia ikuti selama menempuh pendidikan. Tidak hanya berkutat pada pendidikan formal, ia juga aktif mengembangkan kemampuan melalui berbagai kegiatan kepesantrenan.
Beberapa program yang telah ia jalani di antaranya Baca Tulis Al-Qur’an (BTA), Program Mahir Kitab, serta kaderisasi ustadz pendamping.
Selain belajar, Ervan juga mengambil peran dalam berbagai kegiatan di lingkungan pesantren. Ia dipercaya menjadi pendamping kelas 7, pengajar BTA, pengajar majelis khusus, pengurus OSWI (Organisasi Siswa-Siswi Al-Hawi), hingga pengurus pondok di bidang keamanan.
Berbagai amanah tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Ervan. Ia tidak hanya belajar untuk dirinya sendiri, tetapi juga berusaha memberikan manfaat bagi lingkungan di sekitarnya.
Dari Pesantren, Lahir Beragam Prestasi
Semangat belajar dan keberaniannya mencoba berbagai bidang turut mengantarkan Ervan menorehkan sejumlah prestasi.
Pada PMC Ke-1, Ervan berhasil menyabet berbagai kejuaraan dalam sejumlah cabang. Ia meraih prestasi dalam Baca Kitab Kuning, Olimpiade Sains tingkat MA, Cerdas Cermat, dan Futsal. Ia juga berhasil menjadi runner-up Pidato Bahasa Arab.
Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa kemampuan seorang santri dapat berkembang dalam berbagai bidang. Bagi Ervan, prestasi bukan sekadar tentang mendapatkan juara, tetapi juga tentang keberanian untuk mencoba, proses belajar, dan pengalaman yang diperoleh sepanjang perjalanan.
Meneladani Sosok Inspiratif
Di balik kegigihannya, terdapat sejumlah figur yang menjadi sumber inspirasi bagi Ervan. Gus Mbodo(pengasuh PP.Darul Falah Ki Angeng Mbodo)Gus Dur, dan Gus Kautsar merupakan sosok yang ia kagumi.
Nasihat dan pemikiran dari para tokoh tersebut kerap menjadi penyemangat ketika rasa lelah dan jenuh datang. Bahkan, dalam buku harian dan di dinding kamarnya, Ervan menyimpan foto serta nasihat dari figur-figur yang menginspirasinya.
Baginya, nasihat bukan sekadar kata-kata, tetapi dapat menjadi pengingat untuk terus melangkah ketika perjalanan terasa berat.
Menatap Al-Azhar Kairo
Kini, Ervan tengah mempersiapkan langkah berikutnya dalam perjalanan pendidikannya. Selain fokus menyelesaikan Alfiyyah, ia juga mengikuti berbagai program sebagai persiapan untuk menempuh beasiswa ke Al-Azhar, Kairo, Mesir.
Persiapan tersebut tidak hanya dilakukan dalam bidang akademik. Ervan juga mulai menekuni bahasa Arab amiyah, yang nantinya akan menjadi salah satu bekal penting dalam kehidupan sehari-hari ketika berada di Kairo.
Mimpi untuk melanjutkan pendidikan ke Al-Azhar menjadi tujuan besar yang sedang ia perjuangkan. Jalan menuju ke sana tentu tidak selalu mudah, tetapi pengalaman selama menjadi santri telah mengajarkannya satu hal: perjalanan panjang harus dijalani dengan ketekunan dan keberanian untuk terus mencoba.
“Wong Liyo Iso, Aku Ya Iso!”
Ada satu kalimat sederhana yang selalu menjadi spirit Ervan:
“Wong liyo iso, aku ya iso!”
Kalimat tersebut menjadi pengingat bagi dirinya untuk tidak mudah minder dan menyerah ketika melihat keberhasilan orang lain.
Bagi Ervan, keberhasilan orang lain bukanlah alasan untuk merasa tertinggal. Justru, keberhasilan itu menjadi bukti bahwa sesuatu yang diperjuangkan dengan sungguh-sungguh bukanlah hal yang mustahil.
Dari seorang santri yang terus belajar, mengemban amanah, dan berani mencoba berbagai bidang, kini Ervan Maulana sedang menapaki langkah menuju cita-cita yang lebih besar: menuntut ilmu di Al-Azhar Kairo dan membawa semangat pesantren ke panggung yang lebih luas.
Perjalanannya masih panjang. Namun satu hal yang tampaknya akan terus ia bawa ke mana pun melangkah:
“Wong liyo iso, aku ya iso!”
| Pendidikan / Program | Keterangan |
|---|---|
| SMP Islam Al-Hawi — 2021 | Selesai |
| MA Al-Hawi — Kelas XII | Belum Lulus |
| Program Mahir Kitab | Selesai |
| BTA | Selesai |
| Kaderisasi | Masih Berjalan |
| Pendamping Kelas 7 | Pendamping |
| Pengajar BTA | Pengajar |
| OSWI (Organisasi Siswa-Siswi Al-Hawi) | Pengurus |
| Pengurus Pondok | Bidang Keamanan |
| Pendamping Kelas 7 | Pendamping |
| Pengajar Majelis Khusus | Pengajar |