DINNER PENGASUH,WALI SANTRI,MENYATUKAN HATI,MENYAMANKAN PERSEPSI
Berita
2 menit baca

DINNER PENGASUH,WALI SANTRI,MENYATUKAN HATI,MENYAMANKAN PERSEPSI

Safa Ayu Puspita Penulis & Editor: Safa Ayu Puspita

MEMPERERAT SILATURAHMI: DINNER PENGASUH DAN WALI SANTRI SAMAKAN PERSEPSI DEMI MASA DEPAN ANAK

Makan malam kerap kali dianggap sebagai rutinitas biasa untuk mengenyangkan perut. Namun, dalam program Dinner Pengasuh dan Wali Santri yang rutin digelar setiap empat bulan sekali (caturwulan) ini, hidangan di atas meja hanyalah pelengkap. Di balik denting sendok dan aroma masakan, tersimpan esai kehidupan tentang pentingnya merawat komunikasi, meruntuhkan sekat, serta menyatukan dua dunia yang sama-sama berjuang demi kebaikan santri: rumah dan pesantren.

Acara hangat ini dihadiri langsung oleh jajaran Majelis Keluarga (Keluarga Ndalem), pengurus yayasan, jajaran guru, hingga para wali santri. Kehadiran seluruh elemen ini menciptakan atmosfer kekeluargaan yang begitu kental sejak awal acara.

Dalam suasana yang santai namun penuh makna, Abah Pengasuh menyelipkan pesan mulia dalam nasihat singkatnya. Beliau menegaskan bahwa mendidik anak di era sekarang tidak bisa dilakukan secara parsial. Pesantren dan orang tua harus berjalan beriringan, memiliki irama langkah yang sama, serta saling menopang lewat doa dan perhatian.

Guna mencairkan suasana sekaligus menguji kesepahaman, acara dilanjutkan dengan games interaktif "Menyamakan Jawaban". Para wali santri diajak menjawab berbagai pertanyaan seputar kebiasaan, karakter, dan harapan terhadap anak-anak mereka. Gelak tawa pecah ketika jawaban orang tua cocok dengan fakta di lapangan, dan bagi pasangan yang paling kompak, panitia telah menyiapkannya doorprize menarik.

Sebagai penutup, ruang pertemuan mendadak hening dan berubah haru saat panitia membacakan sepucuk surat rahasia yang ditulis langsung oleh para santri untuk orang tua mereka. Isak tangis bahagia tak terbendung ketika para wali santri mendengar ungkapan jujur, kerinduan, serta rasa terima kasih tulus dari buah hati mereka. Malam itu ditutup dengan kehangatan rasa, komitmen bersama, dan tekad yang makin mantap untuk mendampingi tumbuh kembang santri sepenuh hati.

Perbesar
Perbesar
Perbesar
Perbesar
Perbesar
Perbesar
Perbesar
Perbesar
Perbesar
Perbesar
Perbesar
Perbesar
Perbesar
Perbesar
Bagikan Artikel Ini